background img

The New Stuff

DRAF-DRAF BUANGAN
Kepada Soe Hok Gie



Semua yang kita tebar pelan-pelan di bawah payung biru ini, Gie. Seperti nafas yang membentuk wujudnya, dan ia membentukmu dalam sarang ini. Jauh, sebelum itu Gie. Yang kita miliki dalam lahan bahasa adalah udara yang punya desir tepi pantai. Aku buat tanah berwarna biru, seperti halte tempat kita menunggu, tempat untuk saling temu. Lahan begitu terjal, seperti gunung yang memeluk daratan untuk melepas ke puncak diketinggian. 

Gie telapak ini mulai membeku, lama aku mengulurnya di dalam saku. Siapa yang mengetahuinya? Bukan manusia biasa. Siapa yang melihat, kalau hati mulai kehilangan detaknya? Di sini, saat musim tak lagi bisa diprediksikan. Dan gunung-gunung melahirkan getarannya. Dan, kita yang makin ditipiskan dimensi. Pelan-pelan kenyataan menjadi semakin membisu, seperti apa yang dituliskan selama ini. Catatan-catatan yang lumpuh pada anak lantai berwarna darah, dari luka penulisnya.

Malam punya geliat matanya, bulan purnama di gantung bulat sempurna. Di iringi tangga Bach, yang berusaha mencuri bulan, mirip sebutir biji durian. Gie, bagaimana jika kematian mengulur harinya. Sementara hari-hari ditahan karena banyaknya pencurian, pencabulan, dan penipuan. Aku muak bicara soal politik di negeri ini, Gie. Kita menolak, tapi begitulah jiwa yang memberontak dapat terus hidup untuk tinta mesin ketiknya. 

Kini di daratan Bandung dan kabar-kabar dalam negeri. Kita menyaksikan adegan-adegan kekerasan intelektual dan kediktatoran teknologis atas alam semesta (cosmos) maupun alam kemanusiaan (humanitas). 

kemiskinan bukan disebabkan pada faktor geografis, tetapi merupakan struktur ekspoitasi dan perilaku koruptif yang membentuk semacam sikap pasrah terhadap kemiskinan yang tak pernah tertangani. Tangan yang digunakan bukan dari tangan yang berpikir dengan tangan kotor dan berpeluh keringat. Kelemahan mulanya diawali fokus pola pembangunan yang bersifat intervensi fisik, bukan pemberdayaan (human centered development) kalau kata Clifford Geertz.

Setelah kabar mengenai miskinnya pribumi kelas bawah, berita Tvone berganti pada kiblat politik yang membelah dada ideologi sebuah cawan konstitusi republik ini. Gie, seberapa pentingkah mobil baru fasilitas baru untuk sebuah kabinet yang baru? Semurah-murahnya pasang tender tiap unit. tetap saja anggaran digulirkan untuk jamaahnya. Jika saja dialokasikan ke yang lain. Misal beasiswa student exchange lebih luas dan lebih berjamaah lagi.

Daripada menyewa banyak manusia asing untuk meningkatkan indeks ekonomi dengan investasi terbuka atau membuka sayembara barang siapa yang siap menjadi president indonesia dengan syarat dari negara maju dan menandatangani MOU (president exchange). Malu wajah ini.  Bedahal jika anak-anak generasi penerusnya, sebanyak-banyaknya di sekolahkan belajar pengalaman di negara maju. Kemudian kembali menerapkan nilai-nilai kemajuan ke dalam negaranya yang berjuang dengan perkembangannya ini. Gie, kemanakan kamus pendidikan dalam negeri kita ini?

Sekarang mahasiswa harus berjuang. Pertama, gelisah dengan kondisi lingkungan dan perkembangan yang terjadi. Kedua, sejauh mana idealisme tak sampai terpancung dalam suatu regulasi sistem di mana ia ditempatkan.
Dan ketiga, ditampar prahara mengenai nominal-nominal yang harus tergadaikan hanya agar bisa bertahan masuk kelas dengan dosen-dosen yang bicara pada angin dan terus mengancam.

Kau itu lembut. Perlahan mengecupku. Demensi menjadi batas yang bias. Bersabarlah, katamu. Biar para pemancing liar bosan dengan kailnya. Biar ikan melahap umpannya. Minipunya dengan buih racun-racun industry purnakapitalism.

Dalam kehatian hati ini, rasanya sukar menghadapi mana yang hati inginkan. Pikiran yang berselisih mengeyampingkan hatinya. Hati yang teriris memadamkan logikanya. Apa yang benar-benar Tuhan usulkan dalam cara kita mengurbankan ujian, sampai syurga membuka pintunya dan raga tinggal di bumi, membusuk. Tinggal fosil, sedikit kenangan diabadikan dalam Museum-museum yang mulai kehilangan perhatiannya, dari sisi hidup ini. Di dalam draf-draf buangan. ***







DRAF-DRAF BUANGAN

DRAF-DRAF BUANGAN
Kepada Soe Hok Gie



Semua yang kita tebar pelan-pelan di bawah payung biru ini, Gie. Seperti nafas yang membentuk wujudnya, dan ia membentukmu dalam sarang ini. Jauh, sebelum itu Gie. Yang kita miliki dalam lahan bahasa adalah udara yang punya desir tepi pantai. Aku buat tanah berwarna biru, seperti halte tempat kita menunggu, tempat untuk saling temu. Lahan begitu terjal, seperti gunung yang memeluk daratan untuk melepas ke puncak diketinggian. 

Gie telapak ini mulai membeku, lama aku mengulurnya di dalam saku. Siapa yang mengetahuinya? Bukan manusia biasa. Siapa yang melihat, kalau hati mulai kehilangan detaknya? Di sini, saat musim tak lagi bisa diprediksikan. Dan gunung-gunung melahirkan getarannya. Dan, kita yang makin ditipiskan dimensi. Pelan-pelan kenyataan menjadi semakin membisu, seperti apa yang dituliskan selama ini. Catatan-catatan yang lumpuh pada anak lantai berwarna darah, dari luka penulisnya.

Malam punya geliat matanya, bulan purnama di gantung bulat sempurna. Di iringi tangga Bach, yang berusaha mencuri bulan, mirip sebutir biji durian. Gie, bagaimana jika kematian mengulur harinya. Sementara hari-hari ditahan karena banyaknya pencurian, pencabulan, dan penipuan. Aku muak bicara soal politik di negeri ini, Gie. Kita menolak, tapi begitulah jiwa yang memberontak dapat terus hidup untuk tinta mesin ketiknya. 

Kini di daratan Bandung dan kabar-kabar dalam negeri. Kita menyaksikan adegan-adegan kekerasan intelektual dan kediktatoran teknologis atas alam semesta (cosmos) maupun alam kemanusiaan (humanitas). 

kemiskinan bukan disebabkan pada faktor geografis, tetapi merupakan struktur ekspoitasi dan perilaku koruptif yang membentuk semacam sikap pasrah terhadap kemiskinan yang tak pernah tertangani. Tangan yang digunakan bukan dari tangan yang berpikir dengan tangan kotor dan berpeluh keringat. Kelemahan mulanya diawali fokus pola pembangunan yang bersifat intervensi fisik, bukan pemberdayaan (human centered development) kalau kata Clifford Geertz.

Setelah kabar mengenai miskinnya pribumi kelas bawah, berita Tvone berganti pada kiblat politik yang membelah dada ideologi sebuah cawan konstitusi republik ini. Gie, seberapa pentingkah mobil baru fasilitas baru untuk sebuah kabinet yang baru? Semurah-murahnya pasang tender tiap unit. tetap saja anggaran digulirkan untuk jamaahnya. Jika saja dialokasikan ke yang lain. Misal beasiswa student exchange lebih luas dan lebih berjamaah lagi.

Daripada menyewa banyak manusia asing untuk meningkatkan indeks ekonomi dengan investasi terbuka atau membuka sayembara barang siapa yang siap menjadi president indonesia dengan syarat dari negara maju dan menandatangani MOU (president exchange). Malu wajah ini.  Bedahal jika anak-anak generasi penerusnya, sebanyak-banyaknya di sekolahkan belajar pengalaman di negara maju. Kemudian kembali menerapkan nilai-nilai kemajuan ke dalam negaranya yang berjuang dengan perkembangannya ini. Gie, kemanakan kamus pendidikan dalam negeri kita ini?

Sekarang mahasiswa harus berjuang. Pertama, gelisah dengan kondisi lingkungan dan perkembangan yang terjadi. Kedua, sejauh mana idealisme tak sampai terpancung dalam suatu regulasi sistem di mana ia ditempatkan.
Dan ketiga, ditampar prahara mengenai nominal-nominal yang harus tergadaikan hanya agar bisa bertahan masuk kelas dengan dosen-dosen yang bicara pada angin dan terus mengancam.

Kau itu lembut. Perlahan mengecupku. Demensi menjadi batas yang bias. Bersabarlah, katamu. Biar para pemancing liar bosan dengan kailnya. Biar ikan melahap umpannya. Minipunya dengan buih racun-racun industry purnakapitalism.

Dalam kehatian hati ini, rasanya sukar menghadapi mana yang hati inginkan. Pikiran yang berselisih mengeyampingkan hatinya. Hati yang teriris memadamkan logikanya. Apa yang benar-benar Tuhan usulkan dalam cara kita mengurbankan ujian, sampai syurga membuka pintunya dan raga tinggal di bumi, membusuk. Tinggal fosil, sedikit kenangan diabadikan dalam Museum-museum yang mulai kehilangan perhatiannya, dari sisi hidup ini. Di dalam draf-draf buangan. ***









Gerakan yang dilakukan serempak akan selalu mengisi jejak dengan padat. Banyak cara berkontribusi untuk kota kelahiran, satu di antaranya Tasikmalaya sebagai kota yang masih memiliki geliat untuk terus saling menjaga dan sonsongkan aksi harmonisasi dari berbagai komunitas kreatif yang terjaring dalam TCCF (Tasikmalaya Creative Communities Forum) disepanjang Jalan Hz. Mustofa, hari minggu lalu (07/09/14).


Roda-roda yang dibentuk dari kumpulan komunitas kreatif  menjadi langkah yang memiliki potensi luar biasa umerangsang stimulus perubahan positif untuk Tasikmalaya, sekecil apapun ide-ide dengan pengeksekusian yang nyata dan solid selalu mampu memberikan energi besar yang berpotensi semakin memperbesar sayap persatuan untuk perubahan lebih baik lagi.

"Faktanya, beberapa komunitas yang eksis di Tasikmalaya bisa turut andil dalam gerakan itu. Di antaranya, Komunitas Buku Tasik, Paguyuban Pengusaha Muda Tasikmalaya, Berbagi Nasi, Green Society, Japan Fans Tasik, Mojang Jajaka, Movie Holic, Komunitas Indonesia Sejahtera, CISC, Kaskus Regional Tasik, Stand Up Comedy dan Penggemar Fotografi Tasik. Kali ini Komunitas Wisata Kuliner Tasikmalaya (KWKT) berkesempatan menjadi koordinator dalam acara perdana #Rokpungsat."

- dikutip dari (http://duddy(dot)web.id/rokpungsat-dan-gerbong-komunitas/) 



Foto Fiat Bagus Purnama   

Gerakan sederharna ini, mampu membangkitkan nafas budaya yang bisa menggerakan masyarakat setempat. Keterpedulian terhadap ekosistem harus menjadi kultural yang mengakar kembali. Kumpulan orang kreatif jika sudah padu mengambil nafas kesungguhannya, maka majulah semuanya. 

#ROKPUNGSAT Membangkitkan Tasik Resik!


Gerakan yang dilakukan serempak akan selalu mengisi jejak dengan padat. Banyak cara berkontribusi untuk kota kelahiran, satu di antaranya Tasikmalaya sebagai kota yang masih memiliki geliat untuk terus saling menjaga dan sonsongkan aksi harmonisasi dari berbagai komunitas kreatif yang terjaring dalam TCCF (Tasikmalaya Creative Communities Forum) disepanjang Jalan Hz. Mustofa, hari minggu lalu (07/09/14).


Roda-roda yang dibentuk dari kumpulan komunitas kreatif  menjadi langkah yang memiliki potensi luar biasa umerangsang stimulus perubahan positif untuk Tasikmalaya, sekecil apapun ide-ide dengan pengeksekusian yang nyata dan solid selalu mampu memberikan energi besar yang berpotensi semakin memperbesar sayap persatuan untuk perubahan lebih baik lagi.

"Faktanya, beberapa komunitas yang eksis di Tasikmalaya bisa turut andil dalam gerakan itu. Di antaranya, Komunitas Buku Tasik, Paguyuban Pengusaha Muda Tasikmalaya, Berbagi Nasi, Green Society, Japan Fans Tasik, Mojang Jajaka, Movie Holic, Komunitas Indonesia Sejahtera, CISC, Kaskus Regional Tasik, Stand Up Comedy dan Penggemar Fotografi Tasik. Kali ini Komunitas Wisata Kuliner Tasikmalaya (KWKT) berkesempatan menjadi koordinator dalam acara perdana #Rokpungsat."

- dikutip dari (http://duddy(dot)web.id/rokpungsat-dan-gerbong-komunitas/) 



Foto Fiat Bagus Purnama   

Gerakan sederharna ini, mampu membangkitkan nafas budaya yang bisa menggerakan masyarakat setempat. Keterpedulian terhadap ekosistem harus menjadi kultural yang mengakar kembali. Kumpulan orang kreatif jika sudah padu mengambil nafas kesungguhannya, maka majulah semuanya. 


Luka itu terletak di sini, Gie.

Aku membiarkan terkubur pelan-pelan apa yang hati ingin hendaki. Rasanya berat memang, tapi apa yag lebih berat daripda membiarkan seorang bayi yang harus dipaksa terlepas dari susu induknya. Tuhan bilang, kalau kemandirian Rasullullah menyampaikan kehidupan yang lebih terjaga. 

Gie, bahasa yang keluar ini, sangat cair. 

Apa yang sering aku pikirkan, kadang bukan buatku bangga. Seolah pikiran berdemontrasi menuntut kecemburuan, sedangkan kita tidak pernah memeram secara masal apa itu kenangan tentang cinta yang bisa dimiliki dua lawan jenis yang mulanya tak serahim.


Gie, aku takut kalau hatiku benar-benar dipenuhi luka. Hati wanita itu sensitif, itu benar. Hati laki-laki itu relatif. Beberapa bilang, mereka menginginkanku. Beberapa bertahan sejauh ini. Tapi aku tidak seperti hati mereka, hati kami tak sama. Apa yang aku mau selalu jauh. Apa yang ingin aku jauhi selalu dekat. Tapi Tuhan itu bukan yang aku ingini, ia aku butuhkan dalam seluruh kesadaranku.

Gelombang Lemah


Luka itu terletak di sini, Gie.

Aku membiarkan terkubur pelan-pelan apa yang hati ingin hendaki. Rasanya berat memang, tapi apa yag lebih berat daripda membiarkan seorang bayi yang harus dipaksa terlepas dari susu induknya. Tuhan bilang, kalau kemandirian Rasullullah menyampaikan kehidupan yang lebih terjaga. 

Gie, bahasa yang keluar ini, sangat cair. 

Apa yang sering aku pikirkan, kadang bukan buatku bangga. Seolah pikiran berdemontrasi menuntut kecemburuan, sedangkan kita tidak pernah memeram secara masal apa itu kenangan tentang cinta yang bisa dimiliki dua lawan jenis yang mulanya tak serahim.


Gie, aku takut kalau hatiku benar-benar dipenuhi luka. Hati wanita itu sensitif, itu benar. Hati laki-laki itu relatif. Beberapa bilang, mereka menginginkanku. Beberapa bertahan sejauh ini. Tapi aku tidak seperti hati mereka, hati kami tak sama. Apa yang aku mau selalu jauh. Apa yang ingin aku jauhi selalu dekat. Tapi Tuhan itu bukan yang aku ingini, ia aku butuhkan dalam seluruh kesadaranku.




Biar aku mendaki
 seperti hujan tahun lalu
mengembun dalam genggaman peri
jatuh cinta pada sekat dimensi
   muara hilir penciptaan dilaksanakan.

angin yang mengolah udara
 menari manja seperti kau, berdua
bersama denganku. 

meski dalam perang sekalipun,
cinta menolak mati dalam dendam.

waktu begitu minimalis
senyuman tipis yang hilang 
di dalam ruang itu
teralis membatasi antara kaca
 dan lensa mata.
antara hamba dan tuhannya.

apa itu peradaban manusia, Sayangku?

kita habis untuk menulis -
banyak tragedi ke dalam penggadaian.
melawan kebiadaban para pelupa.

biar aku pelan mendakimu..
pelan tapi menujumu
pelan dengan pembakaran usia
yang dikupas dari kulit ari terluar
yang terperangkap dalam barak
dikeliling para serdadu dari balik batu biru
engkau itu aku jaga dari panasnya rindu.

Taksi biru telah menunggu..
  di luar hujan mulai merembes ke dalam dada.

Sayangku, ingatlah ini dalam keabadianmu..
cinta, yang menamai kita berdua.

---------------
diketik tanggal 24 Agustus 2014
pada saat penulis menyadari, hatinya ingin bicara ke rahasia langit.

NEGERI MANUSIA




Biar aku mendaki
 seperti hujan tahun lalu
mengembun dalam genggaman peri
jatuh cinta pada sekat dimensi
   muara hilir penciptaan dilaksanakan.

angin yang mengolah udara
 menari manja seperti kau, berdua
bersama denganku. 

meski dalam perang sekalipun,
cinta menolak mati dalam dendam.

waktu begitu minimalis
senyuman tipis yang hilang 
di dalam ruang itu
teralis membatasi antara kaca
 dan lensa mata.
antara hamba dan tuhannya.

apa itu peradaban manusia, Sayangku?

kita habis untuk menulis -
banyak tragedi ke dalam penggadaian.
melawan kebiadaban para pelupa.

biar aku pelan mendakimu..
pelan tapi menujumu
pelan dengan pembakaran usia
yang dikupas dari kulit ari terluar
yang terperangkap dalam barak
dikeliling para serdadu dari balik batu biru
engkau itu aku jaga dari panasnya rindu.

Taksi biru telah menunggu..
  di luar hujan mulai merembes ke dalam dada.

Sayangku, ingatlah ini dalam keabadianmu..
cinta, yang menamai kita berdua.

---------------
diketik tanggal 24 Agustus 2014
pada saat penulis menyadari, hatinya ingin bicara ke rahasia langit.



 Bismillahirahmanirahiim..

Setelah melalui perjuangan dan penempaan selama ini, Alhamdulillah akhirnya saya sampai terdaftar sebagai Mahasiswi Telkom University. Ada kurang lebih 250.000.000 penduduk Indonesia. 10% Di antaranya sekitar berusia 16-20 tahun. Dari 10% tersebut hanya 60% yang berhasil melanjutkan fase akademika di Perguruan Tinggi. 

Bulan Januari 2014, saya lolos dalam prodi International ICT Business Management Tel-U. Satu prodi yang diakui paling sulit ditembus di antara prodi lain di Tel-U. Hanya menampung kurang dari 60 siswa dan siswi, tersaring nasional. Tentu biaya di sini pun termasuk dalam jajaran biaya tinggi di antara kelas International yang baru bermunculan di Tel-U.



Kenapa saya menjatuhkan pilihan di ICT BM Tel-U? menolak dua beasiswa UIN Jakarta dan UMY. Mulanya saya ingin menjadi seorang diplomat. Kemudian saya menyadari latar belakang keluarga saya bergerak dalam bisnis. Saya ingin membantu bukan hanya keluarga tapi Negara untuk menginternationalisasikan perusaan nasionalnya. Sudah terlalu banyak, perusaan asing didirikan di sini. Belum banyak perusaan nasional bisa berdiri di banyak Negara. Melihat peradaban yang tentu sudah sangat lekat kaitannya dengan teknologi. Penguasaan teknologi informatika sangat dibutuhkan kuat untuk mengimprove kapabilitas kemampuan menjawab tantangan kebutuhan mendatang. Telkom sebagai swasta terbesar nasional, dengan kualitas terbaiknya, memiliki perusaan terbesar dalam bidang informatika dan berkomitmen menjadikan kelas setaraf International, the world class university pada tahun 2017, menantang saya untuk andil di dalamnya.



Hari ini (16/08/14) tepat satu hari sebelum hari proklamasi didengungkan oleh pendiri bangsa kita: Soekarno-Hatta. Pengukuhan Mahasiswa baru selesai diadakan di TUCH (Telkom University Convention Hall). Kemegahan tiap gedung yang berdiri di sini, serta atmosfer untuk setingginya mengantungi prestasi. 


“Berprestasi adalah Tradisi Telkom University” dalam sambutan Rektor Tel-U Prof. Ir. Mochmad Ashari, M.Eng.,Ph.D.

Memang, di awal melakoni aktivitas sebagai mahasiswa baru dalam OMB (Orientasi Mahasiswa Baru) sudah menguras perjuangan yang tidak mudah. Karena lokasi kampus terpisah sendiri di Gerlong dan acara selama dua minggu di Bubat tel-U pusat. Maka saya harus di Mess sendiri, tanpa hiburan apapun terkecuali hp baru karena hp lama hilang dengan fitur yang lebih minim lagi.  Pengorbanan dan kesakitan memang selalu mendirikan kedewasaan. Semoga Allah menjaga kita semua… kita sudah maju ke tahap yang tidak semua manusia yang seusia dengan kita lulus ke tahap ini. Tanggung jawab ini bukan cuma terhadap pribadi tapi pengabdian yang menunggui kita terjun ke dalam. Saya sudah merasa bangga terdaftar menjadi mahasiswi baru di sini. Saya harus tetap menjadi intan di mana pun saya berada. Allah sudah sangat baik, cinta-Nya sungguh nyata…

Doakan saya, agar saya mampu merealisasikan target dengan optimal dan kemudahan agar saya terus bias mengibarkan prestasi untuk agama, almamater, keluarga, masyarakat, dan untuk Negara. Man Jadda Wa Jadda!!! Man Shobaro Zhafiro..



Student now, be Leader Tomorrow!!!


Berprestasi adalah Tradisi Telkom University



 Bismillahirahmanirahiim..

Setelah melalui perjuangan dan penempaan selama ini, Alhamdulillah akhirnya saya sampai terdaftar sebagai Mahasiswi Telkom University. Ada kurang lebih 250.000.000 penduduk Indonesia. 10% Di antaranya sekitar berusia 16-20 tahun. Dari 10% tersebut hanya 60% yang berhasil melanjutkan fase akademika di Perguruan Tinggi. 

Bulan Januari 2014, saya lolos dalam prodi International ICT Business Management Tel-U. Satu prodi yang diakui paling sulit ditembus di antara prodi lain di Tel-U. Hanya menampung kurang dari 60 siswa dan siswi, tersaring nasional. Tentu biaya di sini pun termasuk dalam jajaran biaya tinggi di antara kelas International yang baru bermunculan di Tel-U.



Kenapa saya menjatuhkan pilihan di ICT BM Tel-U? menolak dua beasiswa UIN Jakarta dan UMY. Mulanya saya ingin menjadi seorang diplomat. Kemudian saya menyadari latar belakang keluarga saya bergerak dalam bisnis. Saya ingin membantu bukan hanya keluarga tapi Negara untuk menginternationalisasikan perusaan nasionalnya. Sudah terlalu banyak, perusaan asing didirikan di sini. Belum banyak perusaan nasional bisa berdiri di banyak Negara. Melihat peradaban yang tentu sudah sangat lekat kaitannya dengan teknologi. Penguasaan teknologi informatika sangat dibutuhkan kuat untuk mengimprove kapabilitas kemampuan menjawab tantangan kebutuhan mendatang. Telkom sebagai swasta terbesar nasional, dengan kualitas terbaiknya, memiliki perusaan terbesar dalam bidang informatika dan berkomitmen menjadikan kelas setaraf International, the world class university pada tahun 2017, menantang saya untuk andil di dalamnya.



Hari ini (16/08/14) tepat satu hari sebelum hari proklamasi didengungkan oleh pendiri bangsa kita: Soekarno-Hatta. Pengukuhan Mahasiswa baru selesai diadakan di TUCH (Telkom University Convention Hall). Kemegahan tiap gedung yang berdiri di sini, serta atmosfer untuk setingginya mengantungi prestasi. 


“Berprestasi adalah Tradisi Telkom University” dalam sambutan Rektor Tel-U Prof. Ir. Mochmad Ashari, M.Eng.,Ph.D.

Memang, di awal melakoni aktivitas sebagai mahasiswa baru dalam OMB (Orientasi Mahasiswa Baru) sudah menguras perjuangan yang tidak mudah. Karena lokasi kampus terpisah sendiri di Gerlong dan acara selama dua minggu di Bubat tel-U pusat. Maka saya harus di Mess sendiri, tanpa hiburan apapun terkecuali hp baru karena hp lama hilang dengan fitur yang lebih minim lagi.  Pengorbanan dan kesakitan memang selalu mendirikan kedewasaan. Semoga Allah menjaga kita semua… kita sudah maju ke tahap yang tidak semua manusia yang seusia dengan kita lulus ke tahap ini. Tanggung jawab ini bukan cuma terhadap pribadi tapi pengabdian yang menunggui kita terjun ke dalam. Saya sudah merasa bangga terdaftar menjadi mahasiswi baru di sini. Saya harus tetap menjadi intan di mana pun saya berada. Allah sudah sangat baik, cinta-Nya sungguh nyata…

Doakan saya, agar saya mampu merealisasikan target dengan optimal dan kemudahan agar saya terus bias mengibarkan prestasi untuk agama, almamater, keluarga, masyarakat, dan untuk Negara. Man Jadda Wa Jadda!!! Man Shobaro Zhafiro..



Student now, be Leader Tomorrow!!!





(19/07) Komunitas Wisata Kuliner Tasikmalaya bersama Klub Buku Tasikmalaya mengadakan workshop mini meliputi dunia "creative writing" penulisan liputan kuliner dalam medium blog dan media sosial (oleh : Iwok Abqary) serta teknik fotografi jurnalisme kuliner ( oleh M Salim Bhayangkara ). Kegiatan dilangsung di Saraluna Cafe Jl. Citapen Kota Tasikmalaya. Peserta sangat antusias dan merasa beruntung dapat mengikuti tiap sesi acara dan menjadi wadah untuk mengeratkan tali silaturahmi antara SDM-SDM yang aktif dan kreatif.























Workshop KWKT & KBT



(19/07) Komunitas Wisata Kuliner Tasikmalaya bersama Klub Buku Tasikmalaya mengadakan workshop mini meliputi dunia "creative writing" penulisan liputan kuliner dalam medium blog dan media sosial (oleh : Iwok Abqary) serta teknik fotografi jurnalisme kuliner ( oleh M Salim Bhayangkara ). Kegiatan dilangsung di Saraluna Cafe Jl. Citapen Kota Tasikmalaya. Peserta sangat antusias dan merasa beruntung dapat mengikuti tiap sesi acara dan menjadi wadah untuk mengeratkan tali silaturahmi antara SDM-SDM yang aktif dan kreatif.


























(15/07) Alhamdulillah, salah satu program baru KWKTberbagi telah terealisasikan. Lokasi di Pesantrenneurship PAY Manonjaya, sebanyak 14 anak terlihat sangat antusias dan gembira menyambut kedatangan tim KWKT. 

Pesantren sederharna ini memiliki 3 program unggulan; 

1. Tahfid Quran 
2. Jiwa Wirausaha 
3. Pecinta Anak Yatim (Kedermarwanan).

"Kami sengaja mendidik dengan visi agar dari sebuah pesantren sederharna ini lahirlah pendakwah-pendakwah yang mampu menjaga dan menumbuhkan nilai-nilai islam secara baik. Mereka harus kaya. Motto kami, jadilah lulusan anak pesantren yang mampu menjadi milyader. Tapi untuk dermawan tidak harus menjadi seorang milyader dulu" Ungkap salah satu pengurus Pesantreneurship PAY.

"Alhamdulillah, kami sangat senang. Beda dari biasanya, sumbangannya lengkap. Dan kakak-kakaknya ramah ga jaim-jaim." ucap salah satu anak.

Subhannallah, salah satu hal yang bisa mengeratkan kegembiraan dan semangat silaturahmi dengan berbagi. Terima kasih, kepada seluruh pihak yang sudah mendonasikan sebagian harta dan jasanya. Semoga Allah yang membalasnya dan mereka dapat menjadi penebar bibit emas islam di masa mendatang.




#KWKTberbagi on 15 July, 2014



(15/07) Alhamdulillah, salah satu program baru KWKTberbagi telah terealisasikan. Lokasi di Pesantrenneurship PAY Manonjaya, sebanyak 14 anak terlihat sangat antusias dan gembira menyambut kedatangan tim KWKT. 

Pesantren sederharna ini memiliki 3 program unggulan; 

1. Tahfid Quran 
2. Jiwa Wirausaha 
3. Pecinta Anak Yatim (Kedermarwanan).

"Kami sengaja mendidik dengan visi agar dari sebuah pesantren sederharna ini lahirlah pendakwah-pendakwah yang mampu menjaga dan menumbuhkan nilai-nilai islam secara baik. Mereka harus kaya. Motto kami, jadilah lulusan anak pesantren yang mampu menjadi milyader. Tapi untuk dermawan tidak harus menjadi seorang milyader dulu" Ungkap salah satu pengurus Pesantreneurship PAY.

"Alhamdulillah, kami sangat senang. Beda dari biasanya, sumbangannya lengkap. Dan kakak-kakaknya ramah ga jaim-jaim." ucap salah satu anak.

Subhannallah, salah satu hal yang bisa mengeratkan kegembiraan dan semangat silaturahmi dengan berbagi. Terima kasih, kepada seluruh pihak yang sudah mendonasikan sebagian harta dan jasanya. Semoga Allah yang membalasnya dan mereka dapat menjadi penebar bibit emas islam di masa mendatang.





historis

"ketragisan dari historis bukan dijadikan keruncingan yang fundumental membocorkan balon kesatuan umat manusia dalam nusantara." -Afrilia

Af's Quote

Orang boleh bebas dalam dunia imajinasinya dan menghidupi apa yang lama dimimpikannya. Dari mimpi ke perubahan berarti. Dari prosesi yang dapat dipelajari dapat menumbuhkan jiwa-jiwa yang lebih bijak menghargai nilai dan penemuan dalam sekali hidupnya.

Einsten's Quote

"Jika A adalah kesuksesan dalam hidup, maka A=x+y+z
Bekerja adalah x, bermain adalah y dan z adalah menjaga mulutmu untuk diam."

Buya Hamka's Quote

"Jangan takut jatuh karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan baru dan cari jalan yang benar pada langkah yang kedua."

Agus Salim's Quote

"Een leidersweg is een lijdensweg. Leiden is lijden.

[Jalan pemimpin bukan jalan yang mudah. Memimpin adalah menderita.]”

Niccolo M's Quote

"Ada tiga kelas dari intelektualitas: satu yang memahami sesuatu dengan sendirinya, lainnya adalah yang menghargai apa yang lain pahami, dan ketiga yang tidak memahami dengan sedirinya juga tidak oleh orang lain. Yang pertama paling baik, kedua baik, dan ketiga tidak berguna."