MELIHAT HALTE BIRU OLEH KRITIKUS MALAYSIA
Oleh Djazlam Zainal, Kritikus Sastra Malaysia
Memang tidak dinafikan, setiap zaman akan muncul manusia genius dalam bidangnya. Begitu juga dalam bidang sastra di mana negara atau ras-ras tertentu di pojok dunia mana pun. Apabila suatu ketika Indonesia dianugerahi Chairil Anwar, Amir Hamzah, W.S. Rendra, Sutardji Calzoum Bachri, Sapardi Djoko Damono dan lain-lain, maka akan tiba masanya, waktu itu dirombak dan diperbarui dengan kehadiran muka-muka baru dengan pengucapan yang bersesuaian dengan masa dan ketika. Ketika saya menatapi Halte Biru karya Afrilia Utami ( Penerbit Silalatu, 2014. 79 halaman ) saya merasakan bahwa saat sudah tiba bagi Indonesia menerima kehadiran yang baru ini.
