background img

The New Stuff

Essay : The Relationship Between LO & Knowledge Workers




Abstract

Currently, Indonesia needs entrepreneurs who can drive economic growth forward anymore. To achieve it we need more knowledgeable workers. Relationship between learning organization (LO) and the retention of knowledge workers is very important. LO is organization learning, organization memory and expertise management. In order to attain competitive advantage which includes cost reduction and cost leadership too, companies are implementing LO. Various LO initiatives are taken by the organizations through LO programmes in order to enhance productivity, efficiency and innovation. The LO initiatives can be measured through business performance of the organization and usefulness of its LO initiatives. Organization uses LO as a tool for sustaining and improving their business performance .Thus for any of the LO programme to be successful it must be aligned with the organization vision, goals, mission and with the corporate strategy. If LO fails to add value to the organization, it is only cost intensive, useless, or even counter productive. The purpose of this essay to determine the effect of the relationship  between learning organization elements, job satisfaction facets and turnover intent as they emerge for their knowledge workers.

Introduction

According to Steve Offsey, Director, Knowledge Management Products, Dataware Technologies, Inc.,“Knowledge sharing is becoming the central driver of the 21stcentury”. It is accepted that knowledge, coupled with the potential to transform that knowledge into improved actions, can provide organisations with a competitive advantage (Drucker, 1964, 1998; De Geus, 1997). As such the aim of learning organisation (LO) models is to harness knowledge gained via individual and organisational learning in order to enable transformational rather than incremental change (McGill et al., 1992; Kontoghiorghes et al., 2005).

Based on survey by http://country.eiu.com/ that Indonesia’s score in our business environment rankings improves in 2014‑18, and its global ranking rises from 58th to 56th. However, it remains at 12th position in the regional rankings. Apart from the scores for policy towards foreign investment and foreign trade and exchange controls, which we expect to remain stable in 2014-18. In fact, Indonesia is still dominated by foreign markets. Indonesia requires qualified human resources in terms of both education and better practice with a good management. That can be realiaze from LO.

“Knowledge management is growing rapidly in importance and has gained great impetus. 10% of respondents said knowledge management was clearly transforming the way their organisation did business. This is a high proportion given the significance of any organisational transformation. Awareness of knowledge management increased with the size of organisation. All respondents from the largest companies had heard of knowledge management while just under a fifth from other companies had not.” (-www.ukessays.co.uk)

Explanation

As we know that the learning organization (LO) is an organization which provide a chance for the workers to get their education expanded with particular way. Knowledge workers are workers who have the knowledge and ability to use their ideas to solve problems in their company or make services or goods. To carry out the needs of the corporate cog. Suppose knowledgeable workers who are not well placed in the marketing strategy. Marketing could be hampered if the worker does not have a good insight, that's why there's a clear relationship between both.

Knowledge strategy in common addresses the organization's aims to exploit its knowledge resources in order to gain competitive advantage. Two alternative knowledge strategies can be chosen by organizations. These are the explorative strategy which aims at creating new knowledge and the exploitative strategy which aims at reusing existing knowledge.

The exploration strategy is generally more innovation-oriented, while the exploitation strategy aims at efficiency. Focusing solely on exploration can mean that the organization never gains from its investments in exploration of new knowledge, and focusing solely on exploitation may lead to knowledge obsolescence or even to the destruction of the organization. Thus explorative strategies are referred to be the creation of new knowledge while exploitative strategy are referred to be reuse and inter-organizational transfer of existing knowledge.

In this case as we know that the company will go forward if supported by human resources who have a good capability. Through LO, they have a better chance to hone their skills and also to create new ideas of services or goods is more profitable for the company, then the workers are going to apply the knowledge that they get for solving problems.

Knowledge workers will work happily placed in the right according to his ability, . Happiness affect the way they can complete responsibility be better. The company will catch benefit from the goods or services it produces.

When they  have better skills and experience are a good organization. Company benefit both in efficiency and effectiveness in providing services or goods. It is also supported by a quality manager in putting his knowledge workers the right place or position. And than, the LO programme can be successful it must be aligned with the organization vision, goals, mission and with the corporate strategy

It can be concluded that, The relationship between the relationship between organizations learning and the retention of knowledge workers is very important. Both can make a big impact for the company.

------------------------------------------------------------------------------------

References

This essay was referenced by the journal which written by Liz lee-kelly (university of surrey), Deborah A.Blackman (university of camberra), and Jeffrey Peter Hurts, emeraldinsight.com/0969-6474.htm

This essay was referenced by http://www.ukessays.co.uk/essays/business/information-and-knowledge.php

This essay was referenced by http://country.eiu.com/article.aspx?articleid=2001953184&Country=Indonesia&topic=Business&subtopic=Business+environment&subsubtopic=Rankings+overview

---------------
Name : Affrilia Utami
NIM    : 1401144500
Class  : A

To fulfil the task of Business Management from Mr. Dadang Iskandar.



DRAF-DRAF BUANGAN

DRAF-DRAF BUANGAN
Kepada Soe Hok Gie



Semua yang kita tebar pelan-pelan di bawah payung biru ini, Gie. Seperti nafas yang membentuk wujudnya, dan ia membentukmu dalam sarang ini. Jauh, sebelum itu Gie. Yang kita miliki dalam lahan bahasa adalah udara yang punya desir tepi pantai. Aku buat tanah berwarna biru, seperti halte tempat kita menunggu, tempat untuk saling temu. Lahan begitu terjal, seperti gunung yang memeluk daratan untuk melepas ke puncak diketinggian. 

Gie telapak ini mulai membeku, lama aku mengulurnya di dalam saku. Siapa yang mengetahuinya? Bukan manusia biasa. Siapa yang melihat, kalau hati mulai kehilangan detaknya? Di sini, saat musim tak lagi bisa diprediksikan. Dan gunung-gunung melahirkan getarannya. Dan, kita yang makin ditipiskan dimensi. Pelan-pelan kenyataan menjadi semakin membisu, seperti apa yang dituliskan selama ini. Catatan-catatan yang lumpuh pada anak lantai berwarna darah, dari luka penulisnya.

Malam punya geliat matanya, bulan purnama di gantung bulat sempurna. Di iringi tangga Bach, yang berusaha mencuri bulan, mirip sebutir biji durian. Gie, bagaimana jika kematian mengulur harinya. Sementara hari-hari ditahan karena banyaknya pencurian, pencabulan, dan penipuan. Aku muak bicara soal politik di negeri ini, Gie. Kita menolak, tapi begitulah jiwa yang memberontak dapat terus hidup untuk tinta mesin ketiknya. 

Kini di daratan Bandung dan kabar-kabar dalam negeri. Kita menyaksikan adegan-adegan kekerasan intelektual dan kediktatoran teknologis atas alam semesta (cosmos) maupun alam kemanusiaan (humanitas). 

kemiskinan bukan disebabkan pada faktor geografis, tetapi merupakan struktur ekspoitasi dan perilaku koruptif yang membentuk semacam sikap pasrah terhadap kemiskinan yang tak pernah tertangani. Tangan yang digunakan bukan dari tangan yang berpikir dengan tangan kotor dan berpeluh keringat. Kelemahan mulanya diawali fokus pola pembangunan yang bersifat intervensi fisik, bukan pemberdayaan (human centered development) kalau kata Clifford Geertz.

Setelah kabar mengenai miskinnya pribumi kelas bawah, berita Tvone berganti pada kiblat politik yang membelah dada ideologi sebuah cawan konstitusi republik ini. Gie, seberapa pentingkah mobil baru fasilitas baru untuk sebuah kabinet yang baru? Semurah-murahnya pasang tender tiap unit. tetap saja anggaran digulirkan untuk jamaahnya. Jika saja dialokasikan ke yang lain. Misal beasiswa student exchange lebih luas dan lebih berjamaah lagi.

Daripada menyewa banyak manusia asing untuk meningkatkan indeks ekonomi dengan investasi terbuka atau membuka sayembara barang siapa yang siap menjadi president indonesia dengan syarat dari negara maju dan menandatangani MOU (president exchange). Malu wajah ini.  Bedahal jika anak-anak generasi penerusnya, sebanyak-banyaknya di sekolahkan belajar pengalaman di negara maju. Kemudian kembali menerapkan nilai-nilai kemajuan ke dalam negaranya yang berjuang dengan perkembangannya ini. Gie, kemanakan kamus pendidikan dalam negeri kita ini?

Sekarang mahasiswa harus berjuang. Pertama, gelisah dengan kondisi lingkungan dan perkembangan yang terjadi. Kedua, sejauh mana idealisme tak sampai terpancung dalam suatu regulasi sistem di mana ia ditempatkan.
Dan ketiga, ditampar prahara mengenai nominal-nominal yang harus tergadaikan hanya agar bisa bertahan masuk kelas dengan dosen-dosen yang bicara pada angin dan terus mengancam.

Kau itu lembut. Perlahan mengecupku. Demensi menjadi batas yang bias. Bersabarlah, katamu. Biar para pemancing liar bosan dengan kailnya. Biar ikan melahap umpannya. Minipunya dengan buih racun-racun industry purnakapitalism.

Dalam kehatian hati ini, rasanya sukar menghadapi mana yang hati inginkan. Pikiran yang berselisih mengeyampingkan hatinya. Hati yang teriris memadamkan logikanya. Apa yang benar-benar Tuhan usulkan dalam cara kita mengurbankan ujian, sampai syurga membuka pintunya dan raga tinggal di bumi, membusuk. Tinggal fosil, sedikit kenangan diabadikan dalam Museum-museum yang mulai kehilangan perhatiannya, dari sisi hidup ini. Di dalam draf-draf buangan. ***








#ROKPUNGSAT Membangkitkan Tasik Resik!


Gerakan yang dilakukan serempak akan selalu mengisi jejak dengan padat. Banyak cara berkontribusi untuk kota kelahiran, satu di antaranya Tasikmalaya sebagai kota yang masih memiliki geliat untuk terus saling menjaga dan sonsongkan aksi harmonisasi dari berbagai komunitas kreatif yang terjaring dalam TCCF (Tasikmalaya Creative Communities Forum) disepanjang Jalan Hz. Mustofa, hari minggu lalu (07/09/14).


Roda-roda yang dibentuk dari kumpulan komunitas kreatif  menjadi langkah yang memiliki potensi luar biasa umerangsang stimulus perubahan positif untuk Tasikmalaya, sekecil apapun ide-ide dengan pengeksekusian yang nyata dan solid selalu mampu memberikan energi besar yang berpotensi semakin memperbesar sayap persatuan untuk perubahan lebih baik lagi.

"Faktanya, beberapa komunitas yang eksis di Tasikmalaya bisa turut andil dalam gerakan itu. Di antaranya, Komunitas Buku Tasik, Paguyuban Pengusaha Muda Tasikmalaya, Berbagi Nasi, Green Society, Japan Fans Tasik, Mojang Jajaka, Movie Holic, Komunitas Indonesia Sejahtera, CISC, Kaskus Regional Tasik, Stand Up Comedy dan Penggemar Fotografi Tasik. Kali ini Komunitas Wisata Kuliner Tasikmalaya (KWKT) berkesempatan menjadi koordinator dalam acara perdana #Rokpungsat."

- dikutip dari (http://duddy(dot)web.id/rokpungsat-dan-gerbong-komunitas/) 



Foto Fiat Bagus Purnama   

Gerakan sederharna ini, mampu membangkitkan nafas budaya yang bisa menggerakan masyarakat setempat. Keterpedulian terhadap ekosistem harus menjadi kultural yang mengakar kembali. Kumpulan orang kreatif jika sudah padu mengambil nafas kesungguhannya, maka majulah semuanya. 

historis

"ketragisan dari historis bukan dijadikan keruncingan yang fundumental membocorkan balon kesatuan umat manusia dalam nusantara." -Afrilia

Af's Quote

Orang boleh bebas dalam dunia imajinasinya dan menghidupi apa yang lama dimimpikannya. Dari mimpi ke perubahan berarti. Dari prosesi yang dapat dipelajari dapat menumbuhkan jiwa-jiwa yang lebih bijak menghargai nilai dan penemuan dalam sekali hidupnya.

Einsten's Quote

"Jika A adalah kesuksesan dalam hidup, maka A=x+y+z
Bekerja adalah x, bermain adalah y dan z adalah menjaga mulutmu untuk diam."

Buya Hamka's Quote

"Jangan takut jatuh karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan baru dan cari jalan yang benar pada langkah yang kedua."

Agus Salim's Quote

"Een leidersweg is een lijdensweg. Leiden is lijden.

[Jalan pemimpin bukan jalan yang mudah. Memimpin adalah menderita.]”

Niccolo M's Quote

"Ada tiga kelas dari intelektualitas: satu yang memahami sesuatu dengan sendirinya, lainnya adalah yang menghargai apa yang lain pahami, dan ketiga yang tidak memahami dengan sedirinya juga tidak oleh orang lain. Yang pertama paling baik, kedua baik, dan ketiga tidak berguna."