background img

The New Stuff

PUISI-MAHASISWA DAN SEJARAHNYA

MAHASISWA DAN SEJARAHNYA
Oleh Afrilia Utami



Telah aku saksikan desa-desa jadi perkotaan berlapis polusi
Tembok perbatasan diukir dengan humor dan peperangan
(sebelum sepasang kekasih, ibu dan anak dibakar bersamaan)
Di mana sang tuan tak menangis. (untuk itu).

(Pukul 3 pagi, saat membaca sandiwara dan peristiwa)
Seorang pejabat tinggi duduk nyaman di kamar
Tak menengok lagi kearahmu.  Salak anjing keluar-
Ditiap-tiap sudut persimpangan dan halte pemerintahan.

Enam puluh tahun silam, reformasi diikat pada seragam.
Musim mengeras tua dan Tan Malaka (dari balik selnya)
Mengetikan semi-alienasi (dicap komunis) dalam negeri.
Cuma seorang pemuda terperajar, berdirilah harapan.

(Pada tahun 45,
Daun tertutup sulut api, cuma sisa hujan
menepis ke balik wajah perempuan yang sendiri
menyulam bendera pusaka timur)
Masuklah ke dalam kelas-kelas kehidupan
Sebelum koruptor mengemis, bendera dikibarkan!

Cuma para mahasiswa sejati (yang benar mengerti)
Bibit dada dan deram pahlawan muda
Yang terlahir dalam pekat kabut panceklik
Memangkas suka cita yang mati dari sederet jari
Yang melukai ingatan para bangsanya sendiri...

Cuma para mahasiswa sejati
Menghangatkan darah untuk berbuat
Sampai ujung sejarah memarkirkannya.
(meski tanpa kartu nama, sekalipun!)

Dan para malaikat yang tak berwujud
Ke luar dari garisnya. (seperti desis angin)
Para mahasiswa membangun perahu nuh
Seolah zaman mengikat keberadaan masa silam
Garis-garis yang terus berkabung, bersambung...
Membangun peradaban keadilan di tebing-tebing jalan


20 Oktober 2014

*)Diikutkan dalam lomba anti korupsi Telkom University 

0 komentar:

Posting Komentar

historis

"ketragisan dari historis bukan dijadikan keruncingan yang fundumental membocorkan balon kesatuan umat manusia dalam nusantara." -Afrilia

Af's Quote

Orang boleh bebas dalam dunia imajinasinya dan menghidupi apa yang lama dimimpikannya. Dari mimpi ke perubahan berarti. Dari prosesi yang dapat dipelajari dapat menumbuhkan jiwa-jiwa yang lebih bijak menghargai nilai dan penemuan dalam sekali hidupnya.

Einsten's Quote

"Jika A adalah kesuksesan dalam hidup, maka A=x+y+z
Bekerja adalah x, bermain adalah y dan z adalah menjaga mulutmu untuk diam."

Buya Hamka's Quote

"Jangan takut jatuh karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan baru dan cari jalan yang benar pada langkah yang kedua."

Agus Salim's Quote

"Een leidersweg is een lijdensweg. Leiden is lijden.

[Jalan pemimpin bukan jalan yang mudah. Memimpin adalah menderita.]”

Niccolo M's Quote

"Ada tiga kelas dari intelektualitas: satu yang memahami sesuatu dengan sendirinya, lainnya adalah yang menghargai apa yang lain pahami, dan ketiga yang tidak memahami dengan sedirinya juga tidak oleh orang lain. Yang pertama paling baik, kedua baik, dan ketiga tidak berguna."