background img

The New Stuff

Gelombang Lemah


Luka itu terletak di sini, Gie.

Aku membiarkan terkubur pelan-pelan apa yang hati ingin hendaki. Rasanya berat memang, tapi apa yag lebih berat daripda membiarkan seorang bayi yang harus dipaksa terlepas dari susu induknya. Tuhan bilang, kalau kemandirian Rasullullah menyampaikan kehidupan yang lebih terjaga. 

Gie, bahasa yang keluar ini, sangat cair. 

Apa yang sering aku pikirkan, kadang bukan buatku bangga. Seolah pikiran berdemontrasi menuntut kecemburuan, sedangkan kita tidak pernah memeram secara masal apa itu kenangan tentang cinta yang bisa dimiliki dua lawan jenis yang mulanya tak serahim.


Gie, aku takut kalau hatiku benar-benar dipenuhi luka. Hati wanita itu sensitif, itu benar. Hati laki-laki itu relatif. Beberapa bilang, mereka menginginkanku. Beberapa bertahan sejauh ini. Tapi aku tidak seperti hati mereka, hati kami tak sama. Apa yang aku mau selalu jauh. Apa yang ingin aku jauhi selalu dekat. Tapi Tuhan itu bukan yang aku ingini, ia aku butuhkan dalam seluruh kesadaranku.

NEGERI MANUSIA




Biar aku mendaki
 seperti hujan tahun lalu
mengembun dalam genggaman peri
jatuh cinta pada sekat dimensi
   muara hilir penciptaan dilaksanakan.

angin yang mengolah udara
 menari manja seperti kau, berdua
bersama denganku. 

meski dalam perang sekalipun,
cinta menolak mati dalam dendam.

waktu begitu minimalis
senyuman tipis yang hilang 
di dalam ruang itu
teralis membatasi antara kaca
 dan lensa mata.
antara hamba dan tuhannya.

apa itu peradaban manusia, Sayangku?

kita habis untuk menulis -
banyak tragedi ke dalam penggadaian.
melawan kebiadaban para pelupa.

biar aku pelan mendakimu..
pelan tapi menujumu
pelan dengan pembakaran usia
yang dikupas dari kulit ari terluar
yang terperangkap dalam barak
dikeliling para serdadu dari balik batu biru
engkau itu aku jaga dari panasnya rindu.

Taksi biru telah menunggu..
  di luar hujan mulai merembes ke dalam dada.

Sayangku, ingatlah ini dalam keabadianmu..
cinta, yang menamai kita berdua.

---------------
diketik tanggal 24 Agustus 2014
pada saat penulis menyadari, hatinya ingin bicara ke rahasia langit.

Berprestasi adalah Tradisi Telkom University



 Bismillahirahmanirahiim..

Setelah melalui perjuangan dan penempaan selama ini, Alhamdulillah akhirnya saya sampai terdaftar sebagai Mahasiswi Telkom University. Ada kurang lebih 250.000.000 penduduk Indonesia. 10% Di antaranya sekitar berusia 16-20 tahun. Dari 10% tersebut hanya 60% yang berhasil melanjutkan fase akademika di Perguruan Tinggi. 

Bulan Januari 2014, saya lolos dalam prodi International ICT Business Management Tel-U. Satu prodi yang diakui paling sulit ditembus di antara prodi lain di Tel-U. Hanya menampung kurang dari 60 siswa dan siswi, tersaring nasional. Tentu biaya di sini pun termasuk dalam jajaran biaya tinggi di antara kelas International yang baru bermunculan di Tel-U.



Kenapa saya menjatuhkan pilihan di ICT BM Tel-U? menolak dua beasiswa UIN Jakarta dan UMY. Mulanya saya ingin menjadi seorang diplomat. Kemudian saya menyadari latar belakang keluarga saya bergerak dalam bisnis. Saya ingin membantu bukan hanya keluarga tapi Negara untuk menginternationalisasikan perusaan nasionalnya. Sudah terlalu banyak, perusaan asing didirikan di sini. Belum banyak perusaan nasional bisa berdiri di banyak Negara. Melihat peradaban yang tentu sudah sangat lekat kaitannya dengan teknologi. Penguasaan teknologi informatika sangat dibutuhkan kuat untuk mengimprove kapabilitas kemampuan menjawab tantangan kebutuhan mendatang. Telkom sebagai swasta terbesar nasional, dengan kualitas terbaiknya, memiliki perusaan terbesar dalam bidang informatika dan berkomitmen menjadikan kelas setaraf International, the world class university pada tahun 2017, menantang saya untuk andil di dalamnya.



Hari ini (16/08/14) tepat satu hari sebelum hari proklamasi didengungkan oleh pendiri bangsa kita: Soekarno-Hatta. Pengukuhan Mahasiswa baru selesai diadakan di TUCH (Telkom University Convention Hall). Kemegahan tiap gedung yang berdiri di sini, serta atmosfer untuk setingginya mengantungi prestasi. 


“Berprestasi adalah Tradisi Telkom University” dalam sambutan Rektor Tel-U Prof. Ir. Mochmad Ashari, M.Eng.,Ph.D.

Memang, di awal melakoni aktivitas sebagai mahasiswa baru dalam OMB (Orientasi Mahasiswa Baru) sudah menguras perjuangan yang tidak mudah. Karena lokasi kampus terpisah sendiri di Gerlong dan acara selama dua minggu di Bubat tel-U pusat. Maka saya harus di Mess sendiri, tanpa hiburan apapun terkecuali hp baru karena hp lama hilang dengan fitur yang lebih minim lagi.  Pengorbanan dan kesakitan memang selalu mendirikan kedewasaan. Semoga Allah menjaga kita semua… kita sudah maju ke tahap yang tidak semua manusia yang seusia dengan kita lulus ke tahap ini. Tanggung jawab ini bukan cuma terhadap pribadi tapi pengabdian yang menunggui kita terjun ke dalam. Saya sudah merasa bangga terdaftar menjadi mahasiswi baru di sini. Saya harus tetap menjadi intan di mana pun saya berada. Allah sudah sangat baik, cinta-Nya sungguh nyata…

Doakan saya, agar saya mampu merealisasikan target dengan optimal dan kemudahan agar saya terus bias mengibarkan prestasi untuk agama, almamater, keluarga, masyarakat, dan untuk Negara. Man Jadda Wa Jadda!!! Man Shobaro Zhafiro..



Student now, be Leader Tomorrow!!!



historis

"ketragisan dari historis bukan dijadikan keruncingan yang fundumental membocorkan balon kesatuan umat manusia dalam nusantara." -Afrilia

Af's Quote

Orang boleh bebas dalam dunia imajinasinya dan menghidupi apa yang lama dimimpikannya. Dari mimpi ke perubahan berarti. Dari prosesi yang dapat dipelajari dapat menumbuhkan jiwa-jiwa yang lebih bijak menghargai nilai dan penemuan dalam sekali hidupnya.

Einsten's Quote

"Jika A adalah kesuksesan dalam hidup, maka A=x+y+z
Bekerja adalah x, bermain adalah y dan z adalah menjaga mulutmu untuk diam."

Buya Hamka's Quote

"Jangan takut jatuh karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan baru dan cari jalan yang benar pada langkah yang kedua."

Agus Salim's Quote

"Een leidersweg is een lijdensweg. Leiden is lijden.

[Jalan pemimpin bukan jalan yang mudah. Memimpin adalah menderita.]”

Niccolo M's Quote

"Ada tiga kelas dari intelektualitas: satu yang memahami sesuatu dengan sendirinya, lainnya adalah yang menghargai apa yang lain pahami, dan ketiga yang tidak memahami dengan sedirinya juga tidak oleh orang lain. Yang pertama paling baik, kedua baik, dan ketiga tidak berguna."