Setelah melalui perjuangan dan penempaan
selama ini, Alhamdulillah akhirnya saya sampai terdaftar sebagai Mahasiswi
Telkom University. Ada kurang lebih 250.000.000 penduduk Indonesia. 10% Di
antaranya sekitar berusia 16-20 tahun. Dari 10% tersebut hanya 60% yang
berhasil melanjutkan fase akademika di Perguruan Tinggi.
Bulan Januari 2014, saya lolos dalam prodi
International ICT Business Management Tel-U. Satu prodi yang diakui paling
sulit ditembus di antara prodi lain di Tel-U. Hanya menampung kurang dari 60
siswa dan siswi, tersaring nasional. Tentu biaya di sini pun termasuk dalam
jajaran biaya tinggi di antara kelas International yang baru bermunculan di
Tel-U.
Kenapa saya menjatuhkan pilihan di ICT BM Tel-U?
menolak dua beasiswa UIN Jakarta dan UMY. Mulanya saya ingin menjadi seorang
diplomat. Kemudian saya menyadari latar belakang keluarga saya bergerak dalam
bisnis. Saya ingin membantu bukan hanya keluarga tapi Negara untuk
menginternationalisasikan perusaan nasionalnya. Sudah terlalu banyak, perusaan
asing didirikan di sini. Belum banyak perusaan nasional bisa berdiri di banyak
Negara. Melihat peradaban yang tentu sudah sangat lekat kaitannya dengan
teknologi. Penguasaan teknologi informatika sangat dibutuhkan kuat untuk
mengimprove kapabilitas kemampuan menjawab tantangan kebutuhan mendatang. Telkom sebagai swasta terbesar nasional, dengan kualitas terbaiknya, memiliki perusaan terbesar dalam bidang informatika dan berkomitmen menjadikan
kelas setaraf International, the world
class university pada tahun 2017, menantang saya untuk andil di dalamnya.
Hari ini (16/08/14) tepat satu hari sebelum hari
proklamasi didengungkan oleh pendiri bangsa kita: Soekarno-Hatta. Pengukuhan
Mahasiswa baru selesai diadakan di TUCH (Telkom University Convention Hall).
Kemegahan tiap gedung yang berdiri di sini, serta atmosfer untuk setingginya mengantungi prestasi.
“Berprestasi adalah Tradisi Telkom University” dalam sambutan Rektor Tel-U Prof. Ir. Mochmad Ashari, M.Eng.,Ph.D.
Memang, di awal melakoni aktivitas sebagai
mahasiswa baru dalam OMB (Orientasi Mahasiswa Baru) sudah menguras perjuangan
yang tidak mudah. Karena lokasi kampus terpisah sendiri di Gerlong dan acara
selama dua minggu di Bubat tel-U pusat. Maka saya harus di Mess sendiri, tanpa
hiburan apapun terkecuali hp baru karena hp lama hilang dengan fitur yang lebih
minim lagi. Pengorbanan
dan kesakitan memang selalu mendirikan kedewasaan. Semoga Allah menjaga kita
semua… kita sudah maju ke tahap yang tidak semua manusia yang seusia dengan
kita lulus ke tahap ini. Tanggung jawab ini bukan cuma terhadap pribadi tapi
pengabdian yang menunggui kita terjun ke dalam. Saya sudah merasa bangga
terdaftar menjadi mahasiswi baru di sini. Saya harus tetap menjadi intan di
mana pun saya berada. Allah sudah sangat baik, cinta-Nya sungguh nyata…
Doakan saya, agar saya mampu merealisasikan
target dengan optimal dan kemudahan agar saya terus bias mengibarkan prestasi
untuk agama, almamater, keluarga, masyarakat, dan untuk Negara. Man Jadda Wa
Jadda!!! Man Shobaro Zhafiro..
Student now, be Leader Tomorrow!!!
kak apa saja yang di pelajari dalam prodi international ict business
BalasHapusThis article is very interesting. Thank you for sharing information
BalasHapusST3 Telkom
thank you for share
BalasHapusST3 Telkom
sangat menginspirasi
BalasHapusittelkom-sby.ac.id/