background img

The New Stuff

Harian Pemula

02 Juni 2014

------


Gie, apa yang lebih lepas dari keterpisahan kita pada kenyataan yang menolak suatu yang telah lama kita hendaki? Jalan begitu aral, makin begitu dalam dunia pribumi ini. Langit makin hitam sendirinya, meski malam yang terus bertambah tua makin genting menghanyutkan pikiran-pikiran yang gelisah karenanya. Gie, aku belajar melepas yang aku cinta. Sejak lama, aku terbiasa bercakap dengannya dalam doa. Tapi ia melepaskanku begitu saja. padahal yang aku percayai cinta tidak seperti itu, tapi begitulah cara cinta bekerja kata guru bathinku. Maka, aku tak mau jatuh cinta, belum cukup mentalku pada manusia.

Soe Hok Gie--

Antara Jogja-Tasikmalaya, baru kali pertama aku menaiki kereta api jurusan UGM. Sampai di tempat, aku mendapatkan Mapresnya sebagai navigator di sana, baik. Sepanjang jalan itu aku belajar untuk menerima begitu cara cinta bekerja, ia tak selalu mengakumulasikan usaha yang selama ini aku perjuangkan dengan apa-apa yang terbaik. Tapi tak apa, Tuhan begitu dengan cintanya. Aku harus selalu mengalah menjadi seorang hamba. Ibuku bilang aku tidak boleh larut. Gie, aku mulai memikirkan untuk sekolah pada jagad alam. Aku mulai bosan bicara tentang pendidikan di negeri sendiri! Tapi apa yang kukatakan masih didominasi energi negatif, itu tidak baik dan aku salah. Tuhan sayang kita, Gie. Tuhan memberikan hambanya kisah terbaik, biasanya didapat setelah mampu melewati penderitaan terbaiknya.

Aku jadi ingat ketika memasuki awal remaja masa SMP, anak laki-laki yang baik itu selalu mengikutiku dan ia ingin aku tersenyum selalu. Aku pura-pura tak mengerti apa maksud hatinya selama kami berada dalam satu kelas. Terus datang, anak laki-laki baru yang lebih populer di sekolah sebagai atlet basket yang paling dikagumi karena tampannya. Aku biasa saja. Terus kami saling cerita, ia cerita tentang hidup dan perempuan-perempuannya, aku cuma menyediakan telingaku untuk semua kesedihan yang ternyata ia lalui selama ini. Cinta itu mengajarkan kita gembira sekaligus memupuk luka.

Ketakbahagiaan memang mendekatkan orang, kataku kala itu. Anak laki-laki pertama mengaku cemburu dan ia murung tiap kali aku mencuri mata padanya. Jangan sedih, bujukku ketika jam ekskul masuk. Selama ini, kamu sudah begitu baik berusaha memahamiku, aku senang, tapi aku tak senang menyakiti hati manapun, terangku padanya. Ia diam sejenak. Aku mengerti, tapi pelan-pelan aku lepaskan dengan baik, aku kenalkan pada temanku yang lebih cantik itu. Dia mau dan kini ia masih menjadi sepasang, produkku yang berhasil, Gie.


Jenis cinta apa yang kita cari? Seolah kita membasahi terus karangan-karangan dengan keinginan pada kenyataan. Tapi kenyataan yang ada, yang kita cari cintanya, yang cintanya terus tersasat tak menemukan alamat rumahnya. Aku telah banyak berkorban juga, tapi pengorbanan adalah pilihan dalam hidup. Perguruan tinggi yang menolakku suatu saat akan merasa sangat terpukul sepertiku waktu itu. Tak ada cinta yang baik, dalam kesialannya. Gie, masa remajaku tak tahu banyak tentang kesenangan. Kesialan pertama yang aku temukan : tak pernah merasai menjadi siswi nakal. Nilai semester akhir didominasi angka kepala sembilan. Tapi itu tidak menebus ke target berikutnya. Teman-temanku yang dapati kesenangan, dapati pula targetnya dengan gampang. Aku tetap bersyukur atas keberhasilan mereka. Beginilah kukira cara Tuhan mencambukku. Pada cambukkan pertama seseorang akan terdiam merintih dengan lukanya atau lari semakin cepat.

0 komentar:

Posting Komentar

historis

"ketragisan dari historis bukan dijadikan keruncingan yang fundumental membocorkan balon kesatuan umat manusia dalam nusantara." -Afrilia

Af's Quote

Orang boleh bebas dalam dunia imajinasinya dan menghidupi apa yang lama dimimpikannya. Dari mimpi ke perubahan berarti. Dari prosesi yang dapat dipelajari dapat menumbuhkan jiwa-jiwa yang lebih bijak menghargai nilai dan penemuan dalam sekali hidupnya.

Einsten's Quote

"Jika A adalah kesuksesan dalam hidup, maka A=x+y+z
Bekerja adalah x, bermain adalah y dan z adalah menjaga mulutmu untuk diam."

Buya Hamka's Quote

"Jangan takut jatuh karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan baru dan cari jalan yang benar pada langkah yang kedua."

Agus Salim's Quote

"Een leidersweg is een lijdensweg. Leiden is lijden.

[Jalan pemimpin bukan jalan yang mudah. Memimpin adalah menderita.]”

Niccolo M's Quote

"Ada tiga kelas dari intelektualitas: satu yang memahami sesuatu dengan sendirinya, lainnya adalah yang menghargai apa yang lain pahami, dan ketiga yang tidak memahami dengan sedirinya juga tidak oleh orang lain. Yang pertama paling baik, kedua baik, dan ketiga tidak berguna."