background img

The New Stuff

Jujur Meminimalisasir Kebodohan



Jujur? Berapa banyak species manusia yang masih memangku komitmen kejujurannya sejak semula ia belajar mengenal kata 'jujur' ini? Pada realitasnya, semua manusia yang sudah mengetahui kejujuran pasti pula mengetahui kebohongan. Semua orang pun pernah berbohong, tidak ada putih sempurna. Jujur adalah sikap untuk mengutarakan kebenaran dengan apa adanya, tanpa ada kiasan fiksi yang mendominasi kenyataan. 

Berat kadang dalam beberapa hal. Kejujuran bisa menjadi rintangan mutakhir yang dapat mengguncang, katakanlah pegangan dari bathin vs pikiran. Penuh perasa vs penuh logika. Orang yang idealis mempertahankan kejujuran dirinya sebagai prombakkan atas pemberontakkan terhadap apa yang kurang ia senangi sejak semula. Meskipun harus mempertaruhkan hal paling penting dan berharga yang mampu mengubah takdirnya ke depan. But, Trust it! Jujur membawa berkah.

Baru-baru ini pengumuman Ujian Nasional tingkat SMA/MA/MK 2014 didengungkan. Sebanyak 8.970 peserta dinyatakan tidak lulus. Berapa persentase peserta didik yang memperoleh nilai tinggi yang murni dari kejujurannya? Berapa persen peserta didik yang telah berusaha dengan mengerahkan kemampuan terbaiknya secara mandiri, namun harus menelah pil pahit dengan keterangan tidak lulus? 

"Kasian anak bangsa kita ini. Tiga hari menentukan tiga tahun untuk SMP dan tiga tahun untuk SMA. Ada paket C? Tapi bagaimana keadaan psikisnya? hatinya? Beruntung apabila mendapatkan dekapan kuat dari iman serta keluarga dan para gurunya, kalau tidak? Dikatakan hal ini untuk mengevaluasi pendidikan negeri, tapi hal-hal yang bersifat 'gelap' masih berjalan, belum dibenahi, ditindak lanjutin sampai ke akar. Tindak kecurangan, pembelian soal dan jawaban, karena kejujuran dibuatkan topeng sebagai hal yang sangat menakutkan. Bobot tiap 20 paket yang dibuatpun tak sama. Lantas, kenapa UN masih dipertahankan, mungkin mentrinya takut kehilangan produknya?" - Tulis saya di dalam akun Facebook, sehari setelah kelulusan bukan merasa penuh gembira tapi ada rasa kesedihan yang ikut saya rasa.

Sistem pendidikan kini dicampuri politisasi yang tidak sehat, seolah menjadi kurator yang membebani lebih parah penyakit sandiwara di negeri ini. Semua terasa sangat erat kaitannya, meskipun pada kenyataan sebagian besar bangsa kita ini makin apatis pada perkembangan pohon cinta dari sang deklamator seluruh pahlawan, 69 tahun lalu.

Sedikit pengalaman kecil saya.. 

Alhamdulillah, sejauh ini saya sudah bersih keras untuk mengekatkan komitmen pada kejujuran serta berusaha lebih pada pelatihan softskill. Ada kalanya, ketakutan datang kepada saya. Ketika ujian tulis diadakan. Saya juga sedikit merasa cemburu, kenapa ada sebagian siswa yang justru main-main seolah tanpa beban. Apa itu kelebihan? Saya meyakini, jika hasil dapat berbanding lurus dengan usaha. Kejujuran benar-benar membawa berkah sampai detik ini. Meski tidak semua yang saya lalui lancar dan sesuai dengan apa yang telah saya targetkan. Menjadi salah satu siswi terbaik dan mampu berkontribusi nyata pada aksi adalah hadiah dari usaha dan doa selama ini. Padahal, apabila diserutkan pada kilas balik masa lalu. Saya termasuk anak paling culun dan sangat pendiam, menjadi korban bullying. Karena Mandela pernah mengatakan "Kemuliaan terbesar dalam hidup bukan berarti tidak pernah jatuh, tetapi kebangkitan setiap kali kita jatuh."

"Hendaklah kamu selalu berbuat jujur, sebab kejujuran membimbing ke arah kebajikan, dan kebajikan membimbing ke arah surga. Tiada henti-hentinya seseorang berbuat jujur dan bersungguh-sungguh dalam melakukan kejujuran sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan hindarilah perbuatan dusta. Sebab dusta membimbing ke arah kejelekan. Dan kejelekan membimbing ke arah neraka. Tiada henti-hentinya seseorang berbuat dusta dan bersungguh-sungguh dalam melakukan dusta sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta." (H.R. Bukhari dan Muslim)
Orang yang penuh kebohongan akan nampak bodohnya. Ia akan kelelahan mempertanggungjawabkan seluruh tindakkan atau nilai-nilai selama ini yang ia peroleh. Jadi, jangan pernah takut untuk jujur. Jujur membawa berkahnya, jika bukan hari ini juga skenario Allah selalu indah pada waktunya.

-------
Afta.



0 komentar:

Posting Komentar

historis

"ketragisan dari historis bukan dijadikan keruncingan yang fundumental membocorkan balon kesatuan umat manusia dalam nusantara." -Afrilia

Af's Quote

Orang boleh bebas dalam dunia imajinasinya dan menghidupi apa yang lama dimimpikannya. Dari mimpi ke perubahan berarti. Dari prosesi yang dapat dipelajari dapat menumbuhkan jiwa-jiwa yang lebih bijak menghargai nilai dan penemuan dalam sekali hidupnya.

Einsten's Quote

"Jika A adalah kesuksesan dalam hidup, maka A=x+y+z
Bekerja adalah x, bermain adalah y dan z adalah menjaga mulutmu untuk diam."

Buya Hamka's Quote

"Jangan takut jatuh karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan baru dan cari jalan yang benar pada langkah yang kedua."

Agus Salim's Quote

"Een leidersweg is een lijdensweg. Leiden is lijden.

[Jalan pemimpin bukan jalan yang mudah. Memimpin adalah menderita.]”

Niccolo M's Quote

"Ada tiga kelas dari intelektualitas: satu yang memahami sesuatu dengan sendirinya, lainnya adalah yang menghargai apa yang lain pahami, dan ketiga yang tidak memahami dengan sedirinya juga tidak oleh orang lain. Yang pertama paling baik, kedua baik, dan ketiga tidak berguna."